Kamis, 28 Februari 2013

Kata Hati


Saat sang fajar baru selesai berdandan
Matahari baru siap untuk menampakkan sinarnya
Hanya terlihat sang surya memberi setitik berkas terangnya
Namun, rintik hujan membasahi rumput yang bergoyang
Awan hitam menutupi serbuk cahaya
Kagaduhan !
Gelegar !
Sahut – menyahut halilintar terang – terangan
Bocah yang meringkuk dibalik meja itu
Tersudut diantara mereka
Diantara ribuan kata yang terlontar bebas
Sampai rahang yang kaku
Urat yang perlahan mulai keluar
Bercucuran peluh yang membasahi bocah itu
Brontak !
Bukan … Bukan aku yang brontak
Tapi hati dan perasaanku yang brontak
Serentak melihat mereka dengan penuh keegoannya
Tanpa hati dan perasaan
Apa perlu aku pergi?
Pergi kedunia luar tanpa beban
Apa harus aku pergi meninggalkan kalian?
Apa artinya sebuah keluarga?
Apa artinya kasih sayang?
Apa artinya kepedulian?
Apa? Jawab!
Hanya ada ketegangan yang terasa
Jangan … Jangan pernah menyalahkan
Jika suatu saat aku berlari tanpa henti
Tanpa henti mencari dunia baru
Seperti nadi yang terputus
Dan terhenti detak jantung
Jangan teruskan semua ini
Kami anakmu yang hanya dapat meratapi kalian
Kami anakmu dengan penuh peluh kekecewaan yang menusuk
Apa harus sampai tulang – tulang berserakan kami muncul?
Apa harus seperti itu?
Aku hancur
Aku hilang
Aku rapuh
Aku terbaring
Hanya beyanganku

Selasa, 12 Februari 2013

Renungkanlah


Kita ngga akan pernah tau perasaan dan keadaan orang lain sebenarnya
Jangankan orang lain, mungkin diri sendiri aja ngga tau dan ngga mengerti
Kadang kita ngga pernah mau tau apa yang lagi terjadi sama yang ada disekeliling kita
Misalnya, teman, sahabat, pacar, keluarga, dan sebagainya
Tapi yang lebih egoisnya kita selalu menyalahkan mereka yang ngga mau menuhi permintaan kita dan marah sama mereka
Coba, sejenak berdiam untuk merenungkan semua itu
Pejamkan mata dan berfikir, begitu besar pengorbanan mereka untuk kita
Disaat kita lagi sakit, disaat kita lagi terpuruk dan benar – benar jatuh, disaat semuanya menghilang dan cuma ada kamu dan seseorang yang setia mengulurkan tangannya untuk kita tarik, seseorang yang memberikan bahunya secara gratis untuk menampung semua beban hidup, seseorang yang suka nanya “kenapa?” disaat kepala ini tertunduk dan tubuh ini terpaku, dan seseorang yang rela mendengarkan segala curahan hati kita
Tapi apa yang udah kita kasih sama mereka?
Cacian, makian, dan mungkin hinaan
Sepatah kata terimakasih pun kadang jarang keluar dari bibir ini
Kemana kita saat mereka terpuruk? Kemana saat mereka butuh sandaran untuk melepas lelah dan penat
Apa pernah kita nanya “kenapa?” sama mereka disaat mereka sedang tertunduk dan tubuh yang terpaku?
Tanpa kita disadari kita terlalu angkuh untuk melakukan semua itu
Kita emang ngga akan pernah tau gimana perasaan dan keadaan mereka yang sebenarnya
Tapi, kita juga harus sadar kalau kita ingin disayang seseorang maka kita dulu lah yang harus sanggup menyayangi orang itu
Jika kita ingin dihargai seseorang maka kita dulu lah yang harus bisa menyayangi orang itu
Dan jika satu kali kita mengeluh maka satu kali pula kita juga akan dikeluhkan orang
Hidup ini perjuangan selama kita masih hidup
Dan pasti kita membuthkan orang lain untuk menemani kita dalam berjuang
Bangkitlah kawan dan tersenyum  apapun masalahmu
Karena kamu ngga sendiri, be your self
Dan pastikan kamu menjadi orang yang lebih baik dari hari ini

Minggu, 03 Februari 2013

for her

sore yang begitu indah. ketika aku merenungkan sesuatu hal yang aku ngga ngerti sama sekali. aku udah membuka lembaran baru yang seharusnya aku nikmati, dan sampai sekarang aku berusaha untuk menikmati semuanya yang udah terjadi sama lingkunganku. teman yang berbeda, orang yang berbeda, lingkungan yang berbeda, dan segala hal yang berbeda. kepribadian banyak orang yang lebih harus aku pelajari lagi. kebetulan aku deket sama 2 orang wanita. mereka asik, simple, cantik, baik banget. tapi punya kepribadian yang menurut aku keterbalikan banget. aku sayang banget sama mereka dan ngga ketinggalan sama temen - temen aku yang lain juga. sebenernya, aku pengen banget dari dulu biarin mereka deket. karena mereka mungkin punya kebiasaan yang sama. sering jalan ngeliat dunia yang luas ini. tapi aku? aku ya aku cuma stay dirumah aja. kadang aku suka ngga enak 1 temen wanita aku itu ngajak jalan tapi akunya ngga bisa padahal sebenernya aku mau banget jalan nemenin dia. sekali waktu aku pernah dibolehin main abis pulang sekolah dan aku jalan sama dia. aku seneng banget. ya walaupun malamnya aku dimarahin sama ayahku. dan sampai keluar air mata. ya aku tau si ayah itu sayang baget sama aku. ya udah lah ngga apa - apa. kalau dibilang deket sama dia si ya deket. dia tuh buat aku baik banget. setiap aku ada keperluan apa aja yang harus dibeli pasti dia nemenin aku. walaupun sampai ujan - ujan padahal dia alergi dingin. kadang aku suka malu sama diri aku sendiri kalo aku cerita yang menurut aku sedih ke dia. karena aku tau, dia pasti lebih perih dari pada aku. kadang aku suka pengen banget ngebantu dia ya walaupun cuma ngedenger curhatan dia aja. dia suka ngurutin aku kalo asam lambungku naik lagi karena itu sakit banget. dia suka meluk aku kalo aku lagi ada masalah dan nangis sampai bajunya basah karena air mataku. dia juga  lho yang ngajarin aku buat blog. kalo ngga ada dia mungkin aku ngga bakal punya blog. sebenernya dia yang secara ngga langsung motivasi aku. dengan semua kehidupannya yang aku tau. dia terlalu tegar buat semua ini. tapi dia terlalu takut buat membiarkan semuanya kaya normal lagi. ya aku tau dan aku ngerti kehilangan itu menyakitkan. mungkin aku aja ngga bisa kaya dia. kalo dia lagi ketawa, senyum dan ngga unmood lega banget rasanya bisa liat dia kaya gitu. tapi kalo dia lagi unmood dan ngga bilang apapun aku suka sedih baget dan selalu nanya sama diri aku sendiri. apa salahku? apa? ayo fikir sa! menyalahkan diri sendiri, ya begitulah aku. dia itu buat aku bukan temen tapi saudara. dan suka ngga ikhlas kalo liat dia disakitin sama siapapun pengen aku tonjok rasanya orang yang jahatin dia. aku akan selalu berusaha jadi temen yang baik buat dia.

Sabtu, 08 Desember 2012

contoh puisi lama_syair nasehat


Lembayung senja mulai terasa
Sang hijau berdiri tegak disana
Deras magrib dimushola
Bergegas menjalankan perintahnya

                Sang surya bersiap kedunia
                Jendela rumah terbuka
                Belaian tangan lembut sang Bunda
                Terbangun melihat senyum Bunda

Malam biru masih terasa
Tenggelam kelaut senja
Tak terasa malam pun tiba
Waktunya mengerjakan Isya

                Tenggelam dilaut vanilla
                Bagai terdorong bumi tua
                Ketika pagi menyapa
                Menyiram bunga waktunya

Intan berkilau merekah
Beduk masjid bertabuh
Orang – orang berkeliling bersauh
Waktunya mengerjakan Subuh

penantian dibatas senja part II


Malam biru masih terasa
Sayup – sayup rintikan hujan masih tertawa
            Deru bintang malam yang menggetarkan
            Aku hanya menutup kearah lautan
Masih terngiang suaranya
Masih terbayang wajahnya
            Derasnya ombak menabrak karang
            Kau mungkin entah kemana sekarang ?
Mesti ku tempuh, untuk bermuara dihatimu
Namun, kepada siapa harus kucari jejak nafasmu ?
            Haruskah aku berjalan, berlari, apa aku harus terdiam ?
            Bersandar pada bintang malam
Sampai esok ? sampai sang surya hadir dan muncul
Sampai pucuk – pucuk lembayung senja itu muncul
            Sentuhlah aku
            Saat aku berlamun diujung tebing itu
Genggam hatiku
Kala aku terlupa denganmu
            Karna esok disenja, disaat aku terbang dengan pesawat
            Mata ini pasti menutup indahnya langit


By : Ersa Bestari Mulyadi

5 desember 2012


Mata itu ynag meyakinkanku
Senyum itu, yang menggetarkan tubuhku
Kekonyolanmu, yang menghapus semua peluhku
Hadirmu yang membuatku tetap tegap berdiri
Tapi, ketika kumbang – kumbang itu datang
Menghampirimu dengan senyum
Aku baru sadar,
Bahwa aku, aku terjebak dalam cinta yang rumit
Dalam cinta yang salah
Kau melangkah, melangkah dengan gaya khasmu
Semua kumbang – kumbang itu melirikmu dengan anggun
Saat kumbang – kumbang itu menyapamu
Kau hanya tersenyum kecil
Terlalu sulit mengartikan senyummu
Terlalu sulit mengartikan tatapanmu
Tatapan matamu itu
Mengandung sejuta arti bagiku  

penantian dibatas senja


Malam biru masih terasa
Sayup – sayup rintikan hujan masih terdengar
Deru bising binatang malam yang menggetarkan
Aku hanya menatap kearah bangku
Yang masih tetap terpaku diujung taman itu
Masih terngiang suaranya
Masih terbayang wajahnya, yang sekarang sudah tiada
Kau mungkin entah kemana sekarang ?
Mesti kutempuh, untuk bermuara dihatimu
Namun, kepada siapa harus kucari jejak nafasmu  ?
Haruskah aku berjalan, berlari, apa aku harus terdiam
Sampai esok ?
Sampai pucuk – pucuk lembayung senja itu muncul
Sentuhlah aku
Saat aku berlamun diujung tebing itu
Genggam hatiku
Kala aku terlupa denganmu
Karna esok, disenja duniaku mata ini pasti menutup indahnya langit



By : Ersa Bestari Mulyadi